Gibran ke NTT dilakukan untuk meninjau langsung kondisi korban gempa NTT di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk berdialog dengan ibu yang baru melahirkan dan bayi yang mendapat perawatan di tenda darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere. Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap penanganan pascagempa yang menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi.
Wakil Presiden Gibran ke NTT dan tiba di Maumere untuk memastikan kebutuhan korban gempa terpenuhi, terutama kelompok rentan seperti ibu melahirkan, bayi baru lahir, serta pasien yang membutuhkan layanan medis lanjutan. Dalam kunjungan itu, Gibran ke NTT untuk melihat langsung fasilitas kesehatan sementara yang dibangun karena sebagian layanan rumah sakit terdampak gempa.
Gempa NTT menjadi perhatian nasional setelah bencana tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 71 orang meninggal dunia akibat gempa hingga Rabu (19/8) pukul 20.00 WIB.
Selain korban jiwa, puluhan ribu warga harus bertahan di pengungsian karena rumah mengalami kerusakan atau masyarakat masih khawatir terhadap potensi gempa susulan. Kondisi tersebut membuat pemerintah bergerak untuk mempercepat distribusi bantuan dan pemulihan fasilitas publik
Baca juga: Gempa NTT M 7,7: Kronologi, Korban, dan Analisis BMKG soal Penyebab Gempa Besar di Flores
Gibran ke NTT Tinjau Korban Gempa Sikka
Dalam kunjungan ke RSUD TC Hillers Maumere, Gibran berdialog dengan sejumlah ibu yang baru melahirkan dan menjalani perawatan di ruang darurat. Ia memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan meskipun rumah sakit harus menggunakan fasilitas sementara berupa tenda.
Gibran ke NTT dan meminta pihak rumah sakit memperbaiki fasilitas pendukung agar pasien tetap mendapatkan kenyamanan selama masa tanggap darurat. Salah satu perhatian yang disampaikan adalah terkait cahaya matahari yang masuk melalui celah penutup tenda.
“Nanti tolong itu ditambahi penutupnya,” ujar Gibran kepada jajaran pengurus rumah sakit setelah melihat kondisi tersebut.
Gibran ke NTT juga untuk menyampaikan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan penanganan bagi korban gempa NTT agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal. Ia berharap pasien rumah sakit dapat segera kembali dirawat di ruangan yang lebih layak setelah kondisi fasilitas pulih.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sempat meminta Gibran memberikan nama kepada salah satu bayi yang baru lahir. Momen tersebut menjadi bagian dari interaksi hangat antara pemerintah dan masyarakat terdampak bencana.
Selain mengunjungi ruang perawatan ibu dan bayi, Gibran juga melihat fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk memastikan bayi yang membutuhkan perhatian khusus tetap mendapatkan pelayanan medis.
Baca juga: Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 71 Orang, Distribusi Bantuan Terus Dipercepat
Dampak Gempa NTT dan Data Penanganan Korban
| Informasi Gempa NTT | Data Terbaru |
|---|---|
| Lokasi terdampak utama | Kabupaten Sikka dan sejumlah wilayah NTT |
| Korban meninggal dunia | 71 orang |
| Jumlah pengungsi | 59.647 orang |
| Fokus penanganan | Kesehatan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar warga |
| Kelompok prioritas | Bayi, ibu melahirkan, lansia, dan kelompok rentan |
Gempa bumi yang melanda NTT tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Banyak warga memilih mengungsi karena masih merasakan gempa susulan dan khawatir kembali masuk ke rumah yang mengalami kerusakan.
BNPB mencatat jumlah pengungsi terbesar berada di wilayah Manggarai. Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga terkait terus melakukan pendataan untuk memastikan kebutuhan pangan, tempat tinggal sementara, hingga layanan kesehatan dapat terpenuhi.
Kondisi fasilitas kesehatan menjadi salah satu perhatian utama setelah gempa terjadi. Rumah sakit dan tenaga medis harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun menghadapi keterbatasan akibat kerusakan infrastruktur.
Kunjungan Gibran ke NTT juga dilakukan dengan agenda melihat langsung dampak bencana di beberapa lokasi lain. Sebelumnya, Gibran meninjau SD Inpres Wairklau untuk bertemu dengan warga yang mengungsi serta melihat kondisi Pelabuhan Laurentius Say di Maumere yang terdampak gempa.
Pemerintah Percepat Pemulihan Pascagempa NTT
Penanganan gempa NTT membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat. Pemulihan tidak hanya berfokus pada kebutuhan darurat, tetapi juga pembangunan kembali fasilitas yang mengalami kerusakan.
Kehadiran pejabat negara di lokasi bencana menjadi salah satu upaya untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui kunjungan langsung, pemerintah dapat melihat kendala yang terjadi di lapangan dan menentukan langkah perbaikan.
Gibran ke NTT dan menegaskan bahwa kebutuhan korban menjadi prioritas selama masa pemulihan. Terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, seperti ibu melahirkan dan bayi yang masih berada dalam kondisi rentan.
Bencana gempa di NTT menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus terus diperkuat. Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan mitigasi agar dampak bencana dapat diminimalkan apabila terjadi kejadian serupa di masa mendatang.
Dengan proses pemulihan yang berjalan, masyarakat terdampak gempa NTT diharapkan dapat segera kembali ke rumah dan menjalankan aktivitas seperti sebelumnya. Pemerintah memastikan bantuan serta pendampingan akan terus diberikan hingga kondisi wilayah terdampak berangsur pulih.