RANS IPO di BEI, Raffi Ahmad Targetkan Dana Rp429 Miliar

Jakarta – RANS IPO resmi memasuki tahap penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk, perusahaan media dan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, menargetkan penghimpunan dana segar hingga Rp429,25 miliar dari aksi korporasi tersebut.

Garis Depan Bangsa mencatat, langkah ini menjadi salah satu IPO yang paling menarik perhatian publik pada 2026. Selain membawa nama besar Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, perusahaan juga didukung sejumlah investor strategis dan mengusung model bisnis berbasis media, hiburan, serta intellectual property (IP) yang terus berkembang.

Berdasarkan data e-IPO, perseroan akan melepas sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga penawaran awal berada di kisaran Rp135 hingga Rp170 per saham selama masa bookbuilding yang berlangsung pada 23-25 Juni 2026. Dengan rentang harga tersebut, perusahaan berpotensi memperoleh dana sekitar Rp340,87 miliar hingga Rp429,25 miliar.

RANS IPO Resmi Melantai di BEI

Berdasarkan prospektus perusahaan, RANS bergerak di sektor consumer cyclicals dengan subsektor entertainment & movie production. Kegiatan usahanya meliputi media dan hiburan, pengelolaan intellectual property (IP), penyelenggaraan event, serta perusahaan holding yang saling terintegrasi.

Perusahaan ini sebelumnya didirikan dengan nama PT RNR Film Internasional sebelum resmi berganti nama menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia pada 7 Juli 2021.

Model bisnis yang dikembangkan berfokus pada platform entertainment berbasis IP dan distribusi audiens. Setiap lini usaha dirancang untuk saling melengkapi sehingga mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar dibandingkan berjalan secara terpisah.

Dalam pelaksanaan penawaran umum perdana saham, RANS IPO menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek sekaligus administrator penawaran.

Rencana masuknya RANS ke pasar modal sebenarnya sudah menjadi perbincangan sejak beberapa bulan terakhir. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna, bahkan sempat memberikan sinyal mengenai kehadiran emiten baru dari sektor ekonomi kreatif.

“Itu yang relatif paling besar dari sisi proceed yang entertainment itu, tapi kalau kami bandingkan proceed-nya yang ini 3 kali lipat,” ujar Nyoman saat ditemui wartawan di BEI.

Jika harga IPO ditetapkan pada Rp135 per saham, kapitalisasi pasar RANS diperkirakan mencapai sekitar Rp1,7 triliun. Sementara apabila menggunakan harga tertinggi Rp170 per saham, nilai kapitalisasi pasarnya dapat meningkat hingga sekitar Rp2,14 triliun.

Baca juga: Menggagas Kembali Ekonomi Pancasila sebagai Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Pemegang Saham RANS Jelang IPO

Struktur kepemilikan saham RANS juga menjadi perhatian karena melibatkan sejumlah nama yang dikenal luas di dunia bisnis dan pemerintahan.

Setelah IPO, Raffi Ahmad tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 7,93 miliar saham atau setara 62,93%.

Nagita Slavina yang menjabat sebagai President Director memiliki sekitar 124,75 juta saham atau setara 0,99% setelah IPO.

Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, juga tercatat sebagai salah satu pemegang saham individu dengan kepemilikan sekitar 345,25 juta saham atau setara 3,42% sebelum penawaran umum.

Setelah proses IPO selesai, kepemilikan saham Dony diproyeksikan menjadi sekitar 2,74%.

Selain itu, Kaesang Pangarep memiliki sekitar 115,25 juta saham atau setara 1,14% sebelum IPO dan menjadi sekitar 0,91% setelah perseroan resmi melantai di bursa.

Investor individu lainnya meliputi Soultan Ariq Rachman, Sutanto Hartono, dan Hikmat Janika.

Sementara dari kelompok investor non-individu, PT Indonesia Entertainment Grup menguasai sekitar 911,5 juta saham atau 7,23%. Adapun PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi memiliki sekitar 76,75 juta saham atau setara 0,61%.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa RANS telah didukung sejumlah investor strategis sebelum menawarkan sahamnya kepada publik.

Baca juga: Raharja Energi Cepu Bagikan Dividen Rp122,17 Miliar: Cek Jadwal dan Kinerja Saham RATU

Harga Saham RANS dan Prospek Bisnis

Pada masa bookbuilding, saham RANS ditawarkan pada rentang harga Rp135 hingga Rp170 per lembar.

Dengan melepas 2,525 miliar saham baru, perseroan berpotensi menghimpun dana maksimal Rp429,25 miliar yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis serta memperkuat ekosistem media dan hiburan yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir.

RANS mengembangkan bisnis berbasis intellectual property yang mencakup produksi konten, media digital, event, pengelolaan merek, hingga investasi pada berbagai entitas strategis.

Model tersebut membuat perusahaan memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada satu lini bisnis. Basis audiens yang besar juga menjadi salah satu aset utama dalam mengembangkan berbagai peluang monetisasi di industri hiburan digital.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati prospektus resmi, kondisi fundamental perusahaan, serta risiko investasi sebelum membeli saham RANS. Analisis terhadap kinerja bisnis, strategi ekspansi, dan valuasi menjadi faktor penting dalam mengambil keputusan investasi.

RANS IPO menjadi tonggak baru bagi perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina untuk memperoleh pendanaan dari pasar modal sekaligus memperluas skala bisnisnya. Dengan target dana hingga Rp429,25 miliar dan dukungan sejumlah investor strategis, langkah ini menandai babak baru perkembangan industri hiburan Indonesia di Bursa Efek Indonesia.

Leave a Comment