Polres Katingan kembali menjadi sorotan setelah tim gabungan berhasil menangkap satu terduga pelaku baru dalam kasus penyerangan terhadap anggota Satuan Reserse Narkoba saat penggerebekan bandar sabu di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Peristiwa yang menewaskan tiga anggota kepolisian ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi aparat saat memberantas peredaran narkoba.
Garis Depan Bangsa merangkum perkembangan terbaru kasus tersebut berdasarkan keterangan resmi kepolisian. Selain penangkapan pelaku baru, tim gabungan juga telah menemukan jasad personel terakhir yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah insiden berdarah di Sungai Katingan.
Polres Katingan Tangkap Satu Lagi Terduga Penyerang
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengonfirmasi bahwa seorang pria berinisial R berhasil diamankan oleh tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan. Penangkapan dilakukan sebagai hasil pengembangan penyidikan terhadap pelaku yang sebelumnya sudah ditangkap.
Menurut Dodik, R diduga ikut terlibat dalam aksi penyerangan terhadap anggota kepolisian ketika operasi penggerebekan berlangsung di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami keterlibatan R dalam peristiwa tersebut. Polisi juga masih mengembangkan informasi guna mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam penyerangan.
Polres Katingan memastikan proses hukum akan dilakukan secara menyeluruh. Aparat juga masih memburu sejumlah terduga pelaku lain yang hingga kini belum berhasil ditangkap.
Kapolres menegaskan bahwa tim gabungan masih bekerja di lapangan untuk mengejar seluruh pihak yang diduga terlibat. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena penyerangan terjadi saat aparat tengah menjalankan tugas pemberantasan narkotika. Kepolisian menilai tindakan kekerasan terhadap petugas tidak akan menghentikan upaya penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan narkoba.
Baca juga: Mutasi POLRI Terbaru 2026: Kapolri Rotasi Kapolda Aceh Hingga Papua Barat Daya
Kronologi Penyerangan Bandar Sabu di Katingan
Insiden bermula pada Kamis, 2 Juli 2026 dini hari ketika personel Satresnarkoba melakukan penggerebekan terhadap seorang bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei.
Operasi tersebut awalnya berjalan sesuai rencana hingga salah satu terduga pelaku berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika keluarga bandar sabu melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis parang.
Serangan mendadak tersebut memicu bentrokan antara petugas dan kelompok penyerang. Dalam insiden itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur akibat luka bacok yang dideritanya.
Petugas kemudian melakukan tindakan tegas terukur sehingga satu orang dari pihak penyerang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Setelah bentrokan berakhir, dua anggota polisi lainnya diketahui hilang di sekitar aliran Sungai Katingan.
Pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang melibatkan kepolisian, Basarnas, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar. Upaya pencarian berlangsung selama beberapa hari dengan menyusuri aliran sungai.
Pada Sabtu, 4 Juli 2026 sore, Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan tersebut menjadi duka kedua bagi institusi kepolisian setelah gugurnya Aipda Yudhi Perdana Putra.
Keesokan harinya, Minggu, 5 Juli 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, tim gabungan kembali menemukan jenazah Aiptu Sumariyanto. Korban ditemukan mengapung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, tepatnya di Desa Rantau Asem.
Lokasi penemuan berada sekitar delapan kilometer dari tempat kejadian perkara. Jenazah kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya Aiptu Sumariyanto, seluruh personel yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut telah berhasil ditemukan. Kasus ini sekaligus menjadi salah satu insiden paling tragis yang menimpa aparat kepolisian dalam operasi pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Cucu Mpok Nori Dibunuh, Polisi Ungkap Kronologi dan Motif Pelaku
Pemberantasan Narkoba di Katingan Terus Berlanjut
Polres Katingan menegaskan bahwa operasi pemberantasan narkotika akan terus dilakukan meski harus menghadapi perlawanan dari para pelaku. Kepolisian memastikan pengejaran terhadap pelaku yang masih buron tetap menjadi prioritas.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga personel yang bertugas. Ia menegaskan bahwa pengorbanan anggota kepolisian tidak akan menghentikan komitmen aparat dalam memerangi peredaran narkoba.
Menurut Iwan, pemberantasan narkotika membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Peredaran narkoba dinilai tidak hanya menjadi ancaman bagi keamanan, tetapi juga merusak masa depan generasi muda.
Polres Katingan juga mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba maupun keberadaan pelaku yang masih melarikan diri. Partisipasi publik dinilai sangat penting untuk mempercepat proses penegakan hukum.
Selain itu, aparat kepolisian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional, serta instansi terkait guna memperkuat strategi pemberantasan narkoba di wilayah Kalimantan Tengah.
Kasus penyerangan terhadap anggota kepolisian ini menjadi pengingat bahwa jaringan narkotika sering kali melakukan berbagai cara untuk menghindari proses hukum, termasuk menggunakan kekerasan terhadap aparat.
Hingga kini, Polres Katingan masih melakukan pengembangan penyidikan terhadap terduga pelaku yang telah diamankan. Polisi juga memastikan seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah agar seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.