Pemulihan ekonomi menjadi agenda penting yang harus terus diperkuat pemerintah di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian. Berbagai tantangan ekonomi dunia berpotensi memberikan dampak terhadap stabilitas nasional, mulai dari kenaikan harga pangan hingga melemahnya daya beli masyarakat.
Garis Depan Bangsa mencatat, kondisi tersebut mendorong Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) untuk menyampaikan seruan kepada pemerintah agar mengambil langkah cepat dan terukur dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Organisasi mahasiswa tersebut menilai negara harus hadir untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi dari dampak krisis global.
Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI masa bakti 2025–2027, Prima Surbakti, menegaskan bahwa pemerintah perlu menjadikan pemulihan ekonomi dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat bawah.
Berdasarkan data terbaru, ekonomi Indonesia masih tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026. Namun, GMKI mengingatkan bahwa tantangan global tetap perlu diantisipasi agar tidak mengganggu proses pembangunan nasional yang sedang berjalan.
Pemulihan Ekonomi untuk Kesejahteraan Rakyat
GMKI menilai pemulihan ekonomi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui angka pertumbuhan nasional. Keberhasilan pembangunan harus tercermin dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan terjaganya daya beli rakyat.
Menurut Prima Surbakti, pemerintah perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjangkau. Stabilitas harga bahan pokok menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga Indonesia.
GMKI juga menyoroti pentingnya penciptaan pemulihan ekonomi dengan lapangan kerja yang lebih luas. Kesempatan kerja yang tersedia akan memberikan kepastian ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah harus mendapatkan perhatian yang lebih besar. UMKM terbukti menjadi salah satu fondasi penting perekonomian nasional yang mampu bertahan dalam berbagai situasi.
Organisasi tersebut mendorong pemerintah memperkuat dukungan kepada pelaku usaha melalui akses pembiayaan, pendampingan, dan perluasan pasar. Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.
GMKI juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan seperti buruh, petani, nelayan, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Kelompok-kelompok tersebut perlu mendapatkan perhatian agar tidak menjadi pihak yang paling terdampak akibat gejolak ekonomi global.
Baca juga: Ekonomi Indonesia Baik-baik Saja Kata Purbaya
Stabilitas Harga Pangan dan Nilai Tukar Rupiah
Di tengah tantangan global, GMKI meminta pemerintah memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. Distribusi yang merata dan pasokan yang terjaga menjadi faktor penting untuk mengendalikan inflasi.
Kenaikan harga kebutuhan pokok dapat memberikan tekanan langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat harus menjadi prioritas dalam setiap langkah pemerintah.
GMKI juga menilai stabilitas nilai tukar rupiah perlu terus dijaga. Nilai tukar yang kuat akan membantu menjaga kepercayaan pasar serta mendukung iklim usaha yang sehat.
Menurut Prima Surbakti, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan seiring untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. Kolaborasi yang baik antar lembaga akan membantu Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang berasal dari luar negeri.
Selain menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah juga didorong untuk mempertahankan iklim investasi yang kondusif. Namun, investasi yang masuk harus tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.
Baca juga: Kondisi Ekonomi, Politik, dan Keamanan Indonesia Berdasarkan Survei Terbaru
Persatuan Nasional Hadapi Krisis Global
GMKI menegaskan bahwa tantangan ekonomi global harus dihadapi dengan semangat persatuan dan gotong royong. Situasi sulit tidak boleh menjadi pemicu konflik sosial maupun perpecahan di tengah masyarakat.
Menurut Prima Surbakti, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga stabilitas nasional. Mahasiswa, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elite politik perlu bersama-sama menciptakan suasana yang damai dan kondusif.
GMKI mengingatkan bahwa Indonesia tidak hidup dalam ruang yang terpisah dari perkembangan dunia. Ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, dan fluktuasi harga energi dapat memberikan dampak terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia.
Karena itu, organisasi tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan moral kepada pemerintah. Tuntutan tersebut meliputi penguatan kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat, stabilitas harga bahan pokok, perluasan lapangan kerja, perlindungan UMKM, serta penguatan persatuan nasional.
GMKI menegaskan akan terus menjalankan peran sebagai kekuatan moral mahasiswa yang kritis dan konstruktif. Organisasi tersebut berkomitmen mengawal berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan rakyat dan masa depan bangsa.
Prima Surbakti menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata dalam menghadapi dampak krisis global. Dengan langkah yang tepat, pemulihan ekonomi dapat berjalan optimal, masyarakat terlindungi, dan stabilitas nasional tetap terjaga demi keberlangsungan pembangunan Indonesia.