Program Prabowo menjadi fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak dilantik pada Oktober 2024. Berbagai kebijakan prioritas diluncurkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan pangan, memperluas akses layanan kesehatan dan pendidikan, hingga mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Hingga Agustus 2026, sejumlah program prioritas telah dijalankan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, perumahan, hingga pertahanan. Beberapa program menunjukkan capaian yang signifikan berdasarkan jumlah penerima manfaat dan realisasi kebijakan, sementara sebagian lainnya masih menghadapi tantangan dalam aspek pelaksanaan, pengawasan, serta efektivitas di lapangan.
Lalu, bagaimana hasil pelaksanaan Program Prabowo sejauh ini? Berikut rangkuman delapan program andalan pemerintahan Prabowo Subianto beserta perkembangan, capaian, dan tantangan yang dihadapi hingga Agustus 2026.
Program Prabowo hingga Agustus 2026: Apa Saja Hasilnya?
Pemerintah menetapkan delapan program prioritas sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. Program-program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi kerakyatan, menjaga ketahanan pangan, memperluas akses layanan publik, dan memperkuat kedaulatan negara.
1. Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program Prabowo yang paling banyak mendapat perhatian. Program ini menargetkan 82,9 juta penerima manfaat yang terdiri atas pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Hingga Agustus 2026, lebih dari 30 juta masyarakat telah menerima manfaat melalui puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini juga meningkatkan permintaan bahan pangan dari petani, peternak, dan pelaku UMKM di sekitar dapur layanan.
Meski demikian, pelaksanaan MBG sempat diwarnai sejumlah kasus keracunan makanan. Pemerintah kemudian memperketat standar keamanan pangan, memperbarui regulasi, serta memberhentikan 66 Kepala Dapur atau SPPI yang dinilai melanggar aturan.
2. Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 sekolah secara bertahap dengan konsep pendidikan berasrama tanpa biaya.
Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah juga melakukan rehabilitasi puluhan ribu ruang kelas yang mengalami kerusakan agar kualitas pendidikan semakin merata.
3. Swasembada Pangan
Dalam bidang pangan, program Prabowo berfokus pada peningkatan produksi nasional dan pengurangan ketergantungan impor. Langkah yang dilakukan meliputi pencetakan sawah baru, penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, serta penguatan cadangan beras pemerintah.
Laporan menyebut stok beras Bulog berhasil dijaga di atas 2,1 juta ton sehingga mendukung stabilitas pasokan pangan nasional.
4. Program 3 Juta Rumah
Program 3 Juta Rumah ditujukan untuk mengurangi backlog perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah memberikan berbagai insentif seperti PPN Ditanggung Pemerintah, pembebasan BPHTB, dan penggratisan biaya Persetujuan Bangunan Gedung.
Kebijakan tersebut disebut mampu menekan biaya kepemilikan rumah hingga sekitar 15–20 persen sehingga meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak.
5. Koperasi Desa Merah Putih
Program Prabowo juga mencakup pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Hingga pertengahan 2026, lebih dari 80 ribu koperasi telah memperoleh legalitas.
Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat distribusi sembako, pupuk, hasil pertanian, serta membuka peluang penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.
6. Cek Kesehatan Gratis
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi langkah pemerintah memperkuat layanan kesehatan berbasis pencegahan. Hingga pertengahan 2026, lebih dari 50 juta warga telah terdaftar dan sekitar 43,9 juta orang telah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pelaksanaan program didukung ribuan puskesmas, sekolah, dan pembangunan rumah sakit di wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.
7. Danantara dan Hilirisasi Industri
Pemerintah membentuk BPI Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis negara. Lembaga ini mengonsolidasikan aset BUMN dan memperkuat hilirisasi berbagai komoditas untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Menurut laporan, nilai aset yang dikelola mencapai lebih dari US$600 miliar dan diarahkan untuk mendukung investasi jangka panjang.
8. Modernisasi Pertahanan
Selain pembangunan ekonomi, program Prabowo juga menitikberatkan pada penguatan pertahanan nasional. Modernisasi dilakukan melalui pengadaan alutsista, penguatan radar, serta peningkatan patroli di kawasan perbatasan dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.
Langkah tersebut bertujuan menjaga kedaulatan wilayah sekaligus meningkatkan kesiapan pertahanan menghadapi dinamika geopolitik global.
Secara keseluruhan, program Prabowo hingga Agustus 2026 menunjukkan perkembangan di berbagai sektor prioritas. Sejumlah target telah mulai terealisasi, namun efektivitas jangka panjang tetap bergantung pada konsistensi pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.