Survei kepuasan publik terbaru menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih berada pada level mayoritas. Hasil survei kepuasan publik yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting mencatat 63,1 persen responden menyatakan percaya terhadap kinerja pemerintah, sementara sektor ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah yang paling banyak mendapat sorotan.
Temuan tersebut memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat setelah dua tahun pemerintahan berjalan. Selain mengukur tingkat kepercayaan publik, survei ini juga memotret sektor-sektor yang dinilai berhasil serta bidang yang masih memerlukan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Survei Kepuasan Publik 63,1%
Hasil survei kepuasan publik Voxpol Center menunjukkan sebanyak 6,7 persen responden menyatakan sangat percaya dan 56,4 persen menyatakan percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Di sisi lain, 29,3 persen responden mengaku kurang percaya, sedangkan 6,4 persen menyatakan sangat tidak percaya.
CEO sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi, menyebut tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah masih tergolong kuat. Secara keseluruhan, angka kepercayaan mencapai 63,1 persen, sedangkan sekitar 35 persen responden menyatakan kurang atau tidak percaya.
Survei kepuasan publik tersebut dilaksanakan pada 3-12 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi. Pengambilan data menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka berbasis aplikasi Android dengan margin of error sekitar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Metode tersebut menjadi salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam riset opini publik di Indonesia. Dengan cakupan responden yang tersebar di seluruh provinsi, hasil survei diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap berbagai aspek pemerintahan.
Baca juga: Kondisi Ekonomi, Politik, dan Keamanan Indonesia Berdasarkan Survei Terbaru
Kinerja Pemerintah Dinilai Baik di Sektor Sosial, Kesehatan, dan Keamanan
Selain mengukur tingkat kepercayaan masyarakat, survei kepuasan publik juga mengevaluasi penilaian responden terhadap berbagai sektor pembangunan. Hasilnya menunjukkan pelayanan publik di bidang sosial dan budaya memperoleh apresiasi paling tinggi.
Sebanyak 75,4 persen responden menyatakan puas terhadap sektor sosial dan budaya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan sektor lainnya dalam survei.
Di posisi berikutnya terdapat sektor pertahanan dan keamanan dengan tingkat kepuasan mencapai 71,8 persen. Stabilitas nasional serta berbagai kebijakan keamanan menjadi faktor yang dinilai positif oleh sebagian besar responden.
Sementara itu, sektor kesehatan juga memperoleh tingkat kepuasan sebesar 70,7 persen. Penilaian tersebut menunjukkan layanan kesehatan masih menjadi salah satu aspek yang dianggap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sektor infrastruktur dan layanan dasar turut memperoleh respons positif dengan tingkat kepuasan sebesar 59,6 persen. Pembangunan fasilitas publik serta peningkatan akses layanan menjadi faktor yang ikut memengaruhi persepsi masyarakat.
Hasil survei kepuasan publik ini memperlihatkan bahwa pelayanan dasar masih menjadi indikator penting dalam membentuk kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ketika layanan publik berjalan baik, tingkat kepuasan masyarakat cenderung ikut meningkat.
Baca juga: Perlinsos Digital Diluncurkan 10 November, Ini Cara Baru Penyaluran Bansos
Ekonomi Menjadi Tantangan Terbesar Pemerintah
Di balik tingginya tingkat kepercayaan masyarakat, survei kepuasan publik juga menemukan adanya tantangan besar di sektor ekonomi. Bidang ini menjadi satu-satunya sektor yang mencatat tingkat ketidakpuasan lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan.
Sebanyak 51,6 persen responden mengaku belum puas terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi. Sementara itu, responden yang menyatakan puas berada di angka 47,7 persen.
Beberapa indikator menjadi penyebab utama munculnya penilaian tersebut. Stabilitas nilai tukar rupiah memperoleh tingkat ketidakpuasan sebesar 56,4 persen, disusul kondisi ekonomi nasional secara umum sebesar 55 persen.
Selain itu, pengendalian harga kebutuhan pokok juga menjadi perhatian masyarakat dengan tingkat ketidakpuasan mencapai 54,1 persen. Persoalan penciptaan lapangan kerja baru turut menjadi sorotan karena memperoleh angka ketidakpuasan sebesar 54,2 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat masih menaruh harapan besar terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi. Isu seperti daya beli, harga pangan, kesempatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi tetap menjadi faktor yang paling memengaruhi penilaian publik terhadap pemerintah.
Bagi pemerintah, hasil survei kepuasan publik dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. Di sisi lain, tingginya tingkat kepercayaan masyarakat menunjukkan bahwa berbagai program di sektor pelayanan publik telah memperoleh apresiasi, meskipun perbaikan di bidang ekonomi masih menjadi prioritas utama.
Secara keseluruhan, hasil survei kepuasan publik menggambarkan adanya keseimbangan antara capaian dan tantangan pemerintah dalam dua tahun terakhir. Ke depan, konsistensi meningkatkan pelayanan publik sekaligus memperkuat kinerja ekonomi akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.