Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Sempat Berjuang Lawan Kanker Ginjal

Industri musik Indonesia tengah berduka. Penyanyi dan penulis lagu Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, di usia 35 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh keluarga melalui unggahan ayahnya, Harry Kiss, di media sosial.

Kabar bahwa Vidi Aldiano meninggal dunia menjadi berita viral dan cepat menyebar dan mengundang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari penggemar hingga sesama musisi.

Selama lebih dari satu dekade, Vidi dikenal sebagai salah satu penyanyi pop Indonesia dengan karya-karya yang dekat dengan generasi muda. Lagu-lagunya seperti “Nuansa Bening” hingga “Status Palsu” menjadi bagian penting dari perjalanan musiknya.

Kepergian Vidi menjadi kehilangan besar bagi industri hiburan Tanah Air, mengingat kiprahnya yang konsisten sejak debut pada akhir 2000-an.

Baca juga: Viral Kasus Nabilah O’Brien, Ini Penjelasan Lengkap Polisi

Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun

Dikutip dari Tirto, kabar Vidi Aldiano meninggal dunia pertama kali disampaikan oleh sang ayah melalui sebuah pesan yang dibagikan kepada publik pada Sabtu sore.

Dalam pesan tersebut, Harry Kiss menyampaikan bahwa putranya berpulang pada pukul 16.30 WIB dengan didampingi oleh keluarga tercinta.

“Telah wafat anak saya: Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Allah SWT,” tulisnya.

Vidi Aldiano dikenal luas sebagai penyanyi yang memulai kariernya di industri musik sejak 2008. Saat itu ia merilis album debut berjudul Pelangi di Malam Hari yang langsung menarik perhatian publik.

Beberapa lagu dari album tersebut seperti “Nuansa Bening”, “Pelangi di Malam Hari”, dan “Status Palsu” menjadi hits dan memperkenalkan Vidi sebagai salah satu penyanyi pop muda berbakat di Indonesia.

Sepanjang kariernya, Vidi terus merilis karya musik. Ia meluncurkan sejumlah album seperti Lelaki Pilihan (2009), Yang Kedua (2011), dan Persona (2016).

Selain itu, Vidi juga aktif berkolaborasi dengan berbagai musisi ternama Indonesia. Ia pernah bekerja sama dengan Sherina Munaf dalam lagu “Apakah Ku Jatuh Cinta”, serta menggandeng Prilly Latuconsina dalam lagu “Tak Bisa Bersama”.

Tak hanya itu, Vidi juga berkolaborasi dengan Sheryl Sheinafia dan Jevin Julian dalam lagu “I Don’t Mind”, yang bahkan berhasil meraih penghargaan Kolaborasi Urban Terbaik di AMI Awards 2019.

Perjuangan Vidi Aldiano Melawan Kanker Ginjal

Di balik kesuksesan kariernya, Vidi harus menghadapi perjuangan berat melawan penyakit serius. Penyakit kanker ginjal yang dideritanya pertama kali diumumkan kepada publik pada Desember 2019.

Saat itu, Vidi mengungkapkan bahwa dokter menemukan kanker di ginjal kirinya setelah pemeriksaan medis lebih lanjut. Penyakit tersebut bahkan sudah berada pada stadium tiga.

Sejak saat itu, Vidi menjalani berbagai perawatan intensif, termasuk operasi dan terapi medis di beberapa negara seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Perjalanan pengobatan Vidi kerap ia bagikan melalui media sosial. Ia juga sering terlihat ditemani oleh istrinya, aktris Sheila Dara, yang setia mendukungnya selama masa pengobatan.

Pada tahun 2020, Vidi sempat dinyatakan membaik setelah menjalani operasi. Namun, pada 2021 dokter kembali menemukan sel kanker sehingga ia harus menjalani terapi lanjutan, termasuk kemoterapi.

Meski menghadapi kondisi kesehatan yang berat, Vidi tetap berusaha menjalani hidup dengan penuh semangat. Ia bahkan menyebut penyakit yang dideritanya sebagai bagian dari perjalanan hidup yang mengajarkannya banyak hal.

Dalam beberapa kesempatan, Vidi mengungkapkan bahwa perjuangannya melawan kanker membuatnya belajar tentang kesabaran, rasa syukur, serta pentingnya mencintai orang-orang terdekat.

Selama bertahun-tahun berjuang melawan penyakit tersebut, akhirnya Vidi Aldiano meninggal dunia setelah tujuh tahun berusaha melawan kanker ginjal yang dideritanya.

Karier dan Warisan Musik Vidi Aldiano

Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan warisan penting bagi industri musik Indonesia. Selama lebih dari 15 tahun berkarier, ia dikenal sebagai musisi yang produktif dan konsisten berkarya.

Selain merilis album melalui label besar seperti Trinity Optima Production dan Sony Music Indonesia, Vidi juga mendirikan label independen miliknya sendiri bernama VA Records pada 2015.

Label tersebut menjadi wadah bagi Vidi untuk lebih bebas bereksplorasi dalam bermusik dan mengembangkan proyek kreatifnya.

Vidi juga dikenal aktif berkolaborasi dengan berbagai musisi lintas generasi. Salah satu proyek yang cukup dikenal adalah remake lagu “Buktikan” bersama Tiara Andini.

Di luar musik, Vidi juga sering tampil di berbagai program televisi dan terlibat dalam kegiatan sosial.

Kabar Vidi Aldiano meninggal dunia membuat banyak selebritas dan penggemar menyampaikan rasa kehilangan melalui media sosial. Banyak yang mengenang Vidi sebagai sosok yang ramah, penuh semangat, dan selalu menyebarkan energi positif.

Kini, meskipun Vidi Aldiano meninggal, karya-karya musiknya akan tetap hidup dan terus dikenang oleh para penggemarnya di Indonesia. Lagu-lagu yang pernah ia ciptakan menjadi warisan yang akan terus mengingatkan publik pada perjalanan karier dan semangat hidupnya.

Leave a Comment