Ketegangan global seperti perang Iran sering memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia, termasuk di Indonesia. Dalam situasi tersebut, stok BBM dan LPG nasional dipastikan tetap aman setelah Direksi Pertamina Patra Niaga melakukan peninjauan operasional distribusi energi di Semarang, Jawa Tengah, menjelang arus mudik Idulfitri 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 H yang dilakukan oleh jajaran direksi. Agenda ini bertujuan memastikan rantai distribusi energi berjalan lancar ketika permintaan stok bbm dan lpg di masyarakat meningkat saat mudik Lebaran.
Peninjauan dilakukan oleh Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto bersama Direktur Keuangan Bagus Agung Rahadiansyah. Kegiatan tersebut berfokus pada kesiapan distribusi energi mulai dari transportasi laut hingga layanan SPBU.
Kunjungan pertama dilakukan di Kapal LPG Gas Walio yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Kapal ini menjadi salah satu armada penting dalam distribusi LPG di wilayah Jawa Tengah.
Direksi menyapa langsung Kapten La Ode Abdul Syawal beserta seluruh kru kapal yang bertugas mengangkut energi. Mereka juga meninjau fasilitas operasional kapal untuk memastikan proses distribusi berjalan aman.
Fasilitas yang diperiksa antara lain Cargo Control Room (CCR) yang digunakan untuk memantau proses bongkar muat LPG. Selain itu terdapat Engine Control Room (ECR) yang berfungsi sebagai pusat pengawasan mesin kapal.
Direksi juga mengecek langsung kondisi main engine serta ruang nahkoda kapal. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan operasional kapal berjalan optimal dalam mendukung distribusi energi nasional.
Baca juga: Pramono Pastikan Stok BBM dan Pasokan Pangan Jakarta Aman di Tengah Ketegangan Global
Armada Laut Jadi Tulang Punggung Distribusi Energi
Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto menjelaskan bahwa transportasi laut memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan stok bbm dan lpg aman untuk masyarakat. Hal ini terutama karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas.
Menurut Arif, saat ini Subholding Downstream Pertamina mengoperasikan tidak kurang dari 345 unit armada laut. Armada tersebut digunakan untuk mengangkut minyak mentah, BBM, dan LPG ke berbagai wilayah Indonesia.
Ia menambahkan bahwa sekitar 60 persen distribusi LPG di Jawa Tengah bergantung pada kapal-kapal pengangkut energi. Karena itu, kesiapan armada laut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas distribusi energi.
Arif menegaskan bahwa kapal menjadi urat nadi distribusi energi nasional. Dengan lebih dari 17 ribu pulau, transportasi laut merupakan sistem logistik utama yang menjaga ketersediaan energi.
Direktur Keuangan Pertamina Patra Niaga Bagus Agung Rahadiansyah juga memberikan apresiasi kepada awak kapal. Ia menilai para kru kapal memiliki peran besar dalam memastikan energi dapat sampai ke masyarakat.
Menurutnya, awak kapal adalah pahlawan di balik layar dalam ekosistem energi nasional. Mereka memastikan distribusi energi berjalan lancar hingga ke berbagai daerah.
Bagus menambahkan bahwa kerja keras kru kapal membantu menjaga stabilitas perekonomian nasional. Tanpa dukungan mereka, distribusi energi tidak dapat berjalan optimal.
Pengawasan Distribusi Energi Jelang Mudik
Selain meninjau operasional kapal LPG, direksi juga mengunjungi SPBU 41.502.01 Ahmad Yani Semarang. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat kesiapan layanan energi bagi masyarakat menjelang mudik Lebaran.
Direksi memeriksa mobil tangki yang bertugas mendistribusikan BBM ke berbagai SPBU. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan proses distribusi berjalan aman dan tepat waktu.
Selain itu dilakukan pengecekan kualitas dan kuantitas BBM melalui prosedur Quality and Quantity atau QQ. Sistem ini digunakan untuk memastikan bahan bakar yang disalurkan tetap memenuhi standar kualitas.
Direksi juga meninjau layanan mobil Serv-Q SPBU yang dilengkapi dengan peralatan pengecekan bahan bakar. Perangkat tersebut memiliki fungsi yang sama dengan sistem QQ yang tersedia di SPBU.
Peninjauan juga dilakukan terhadap sistem Road Traffic Control atau RTC mobil tangki yang dikelola oleh Pertamina Patra Logistik. Sistem ini memungkinkan perusahaan memantau pergerakan mobil tangki secara real time.
Dengan teknologi tersebut, distribusi BBM dari terminal menuju SPBU dapat dipantau secara terintegrasi. Hal ini memastikan pengiriman energi berjalan aman dan tepat waktu.
Stok BBM dan LPG Dipastikan Aman Selama Mudik
Melalui rangkaian peninjauan ini, Pertamina memastikan stok bbm dan lpg serta kesiapan sistem logistik energi nasional menjelang Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stok BBM dan LPG tetap stabil saat mobilitas masyarakat meningkat.
Pengawasan distribusi dilakukan mulai dari armada laut hingga mobil tangki yang menyalurkan energi ke SPBU. Sistem pemantauan digital juga membantu memastikan distribusi berjalan efisien.
Dengan dukungan armada laut yang kuat dan sistem distribusi yang terintegrasi, stok BBM dan LPG dapat dijaga secara optimal. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Pertamina menegaskan bahwa seluruh rantai distribusi energi terus dipantau secara intensif. Upaya ini dilakukan agar stok BBM dan LPG tetap tersedia dan distribusinya berjalan lancar di berbagai wilayah Indonesia.