Sosok dr Myta Aprilia Azmy, Dokter Magang RSUD KH Daud Arif Meninggal

Kabar meninggalnya Myta Aprilia Azmy menjadi duka mendalam sekaligus sorotan tajam terhadap sistem kerja dokter internship di Indonesia. Dokter muda ini dikenal memiliki dedikasi tinggi, namun wafat di tengah dugaan tekanan kerja yang tidak manusiawi.

Myta Aprilia Azmy merupakan dokter umum yang tengah menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif, Jambi. Program ini merupakan tahapan wajib bagi lulusan kedokteran sebelum memperoleh izin praktik penuh sebagai tenaga medis profesional.

Kepergian Myta Aprilia Azmy terjadi setelah ia dirawat dalam kondisi kritis di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sebelumnya, ia dilaporkan mengalami sesak napas berat dan demam tinggi saat masih bertugas.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah kronologi yang beredar mengindikasikan adanya persoalan serius dalam sistem kerja dokter magang. Sorotan tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari kalangan tenaga medis dan organisasi profesi.

Profil Myta Aprilia Azmy sebagai Dokter Muda

Dalam catatan pribadinya, Myta Aprilia Azmy menunjukkan komitmen kuat terhadap profesinya sebagai dokter. Ia menulis, “Saya benar-benar menikmati pekerjaan saya dan berkomitmen memberikan yang terbaik di setiap situasi klinis.”

Pernyataan tersebut mencerminkan integritas dan tanggung jawab yang ia pegang dalam menjalankan tugas. Myta Aprilia Azmy juga dikenal menjunjung tinggi empati serta keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Rekan-rekan sejawat menggambarkannya sebagai pribadi hangat dan rendah hati. Di tengah kesibukan, ia tetap menjaga keseimbangan hidup dengan meluangkan waktu untuk keluarga dan hal-hal sederhana.

Keluarga menjadi sumber kekuatan utama bagi Myta Aprilia Azmy dalam menjalani profesi yang penuh tekanan. Ia kerap menyebut orang tua dan adiknya sebagai motivasi terbesar dalam perjalanan kariernya.

Dedikasi tersebut memperlihatkan standar profesionalisme yang tinggi dari seorang dokter muda. Namun, di balik itu, tersimpan realita keras yang kini mulai terungkap ke publik.

Baca juga: 2 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hardiknas di Indonesia

Dugaan Beban Kerja dan Bullying dalam Program Internship Dokter

Kasus Myta Aprilia Azmy membuka dugaan adanya beban kerja ekstrem dalam program internship. Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya menyebut adanya “beban kerja yang tidak manusiawi, hingga tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD.”

Selain itu, dokter internship disebut tetap harus bekerja meskipun dalam kondisi sakit. Dalam laporan yang beredar, Myta Aprilia Azmy diduga tetap diminta menjalani jaga malam saat mengalami sesak napas berat.

“Bahkan ditemukan fakta adanya saturasi oksigen yang menyentuh angka 80 persen sebelum akhirnya mendapatkan pengobatan yang layak,” demikian kutipan dari laporan tersebut. Angka ini menunjukkan kondisi medis yang sudah sangat berbahaya.

Tak hanya itu, muncul pula dugaan pengabaian klinis dan kurangnya supervisi dari dokter penanggung jawab. Hal ini dinilai melanggar ketentuan bahwa dokter internship masih berada dalam tahap pembelajaran, bukan tenaga kerja penuh.

Dugaan perundungan verbal juga menjadi sorotan serius dalam kasus ini. “Narasi gaslighting seperti menyebut generasi Z lembek saat menyuarakan hak kesehatan,” disebut sebagai bentuk tekanan mental yang dialami dokter muda.

Situasi ini memperlihatkan adanya potensi budaya kerja yang tidak sehat dalam lingkungan medis tertentu. Jika tidak ditangani, kondisi ini berisiko mengancam keselamatan tenaga kesehatan itu sendiri.

Baca juga: Apa Itu May Day, Ini Sejarah dan Pentingnya Kesejahteraan Buruh

Respons Kemenkes dan Sorotan terhadap Sistem Kesehatan

Kementerian Kesehatan menyatakan tengah mendalami kasus Myta Aprilia Azmy secara komprehensif. Pemerintah membuka ruang investigasi terhadap dugaan pelanggaran dalam sistem internship dokter.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan dr Azhar Jaya mengatakan, “Soal kabar bullying ini kita baru dengar, kita dalami dulu, jika terbukti benar, maka kami tutup.” Pernyataan ini menunjukkan adanya komitmen untuk menindaklanjuti laporan yang ada.

Ia juga menegaskan bahwa jika ditemukan pelanggaran disiplin profesi, maka akan diproses melalui Majelis Disiplin Profesi. Langkah ini penting untuk menjaga standar etika dan keselamatan dalam praktik medis.

Kasus Myta Aprilia Azmy menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sistem pendidikan dan kerja dokter di Indonesia. Pengawasan yang lebih ketat dinilai diperlukan agar dokter internship tidak menjadi korban sistem.

Sejumlah pihak mendesak adanya audit menyeluruh terhadap wahana internship. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan.

Peristiwa ini menegaskan bahwa perlindungan terhadap tenaga medis harus menjadi prioritas utama. Myta Aprilia Azmy kini bukan hanya dikenang sebagai dokter berdedikasi, tetapi juga simbol urgensi reformasi sistem internship di Indonesia.

Leave a Comment