Upacara pelepasan jenazah TNI berlangsung penuh haru di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon, sebagai penghormatan terakhir bagi tiga prajurit Indonesia yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia. Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan besarnya pengorbanan prajurit TNI dalam menjaga stabilitas global di tengah konflik bersenjata.
Upacara tersebut digelar pada Kamis, 2 April 2026 waktu setempat dengan suasana khidmat. Prosesi ini menjadi tahapan penting sebelum jenazah dipulangkan ke Indonesia untuk dimakamkan secara militer.
Tiga prajurit yang gugur adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang bertugas menjaga perdamaian di wilayah Lebanon selatan.
Ketiga jenazah ditempatkan dalam peti kayu yang dilapisi bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan negara. Peti-peti tersebut kemudian dipanggul oleh prajurit lain dengan langkah perlahan dan penuh penghormatan.
Suasana upacara dipenuhi rasa duka dari para prajurit dan pejabat yang hadir. Momen ini juga menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik.
Upacara Pelepasan Jenazah TNI Berlangsung Khidmat di Lebanon

Upacara pelepasan jenazah TNI dipimpin langsung oleh Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghormatan mendalam kepada ketiga prajurit Indonesia yang gugur.
Ia menegaskan bahwa para prajurit datang ke Lebanon dengan tujuan mulia, yaitu menjaga perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka menjalankan tugas tersebut dengan penuh dedikasi hingga akhir hayat.
Menurutnya, kehilangan ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga oleh seluruh komunitas internasional. Ketiga prajurit tersebut dinilai sebagai simbol keberanian dan pengabdian tanpa pamrih.
Upacara pelepasan jenazah TNI ini menjadi bukti nyata kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas global melalui partisipasi aktif dalam misi internasional.
Para prajurit yang hadir memberikan penghormatan terakhir dengan sikap sempurna. Suasana semakin emosional saat bendera Merah Putih yang menyelimuti peti menjadi pusat perhatian.
Upacara pelepasan jenazah TNI juga memperlihatkan solidaritas antar pasukan penjaga perdamaian dari berbagai negara. Semua pihak yang hadir turut merasakan kehilangan yang mendalam.
Baca juga: ASN WFH Setiap Jumat, Strategi Pemerintah Hemat Energi di Tengah Ketidakpastian Global
Kronologi Gugurnya Prajurit TNI di Tengah Konflik Lebanon
Upacara pelepasan jenazah TNI tidak terlepas dari insiden tragis yang terjadi di wilayah konflik Lebanon selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 di Adchit Al Qusayr.
Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur akibat serangan artileri tidak langsung. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Dua prajurit lainnya juga menjadi korban dalam situasi yang berkaitan dengan eskalasi konflik yang sedang berlangsung. Hingga kini, kondisi keamanan di Lebanon selatan masih belum stabil.
Upacara pelepasan jenazah TNI menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian memiliki risiko yang sangat tinggi. Prajurit TNI harus menghadapi ancaman nyata meskipun membawa misi kemanusiaan.
Misi UNIFIL sendiri dikenal sebagai misi yang penuh tantangan dan risiko. Meski demikian, pasukan penjaga perdamaian tetap menjalankan tugasnya demi menjaga stabilitas kawasan.
Keterlibatan Indonesia dalam misi ini menunjukkan komitmen kuat terhadap perdamaian dunia. Upacara pelepasan jenazah TNI menjadi bukti nyata dari pengorbanan tersebut.
Pengorbanan Prajurit TNI untuk Perdamaian Dunia
Upacara pelepasan jenazah TNI menjadi simbol penghormatan terakhir atas jasa dan pengorbanan para prajurit. Mereka telah memberikan segalanya demi menjaga perdamaian dunia.
Mayor Jenderal Diodato Abagnara menyampaikan bahwa ketiga prajurit tersebut tidak akan dilupakan. Mereka akan selalu menjadi bagian dari misi perdamaian internasional.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan rasa kehilangan yang dirasakan keluarga. Namun, dunia akan terus mengenang dedikasi dan pengabdian mereka.
Upacara pelepasan jenazah TNI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap perdamaian. Para prajurit diingatkan untuk melanjutkan misi dengan semangat yang sama.
Jenazah ketiga prajurit dijadwalkan tiba di Indonesia dalam waktu dekat. Pemerintah dan masyarakat akan menyambut mereka dengan penghormatan militer sebagai bentuk penghargaan tertinggi.
Upacara pelepasan jenazah TNI juga menarik perhatian publik di Indonesia. Banyak masyarakat yang menyampaikan belasungkawa dan apresiasi atas jasa para prajurit.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa peran TNI tidak hanya terbatas di dalam negeri. Prajurit Indonesia juga memiliki kontribusi besar dalam menjaga perdamaian dunia.
Upacara pelepasan jenazah TNI menjadi pengingat bahwa perdamaian tidak datang tanpa pengorbanan. Para prajurit yang gugur telah memberikan contoh nyata tentang arti pengabdian.
Pengorbanan mereka akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah bangsa. Upacara pelepasan jenazah TNI menjadi simbol bahwa jasa mereka tidak akan pernah dilupakan.