Peristiwa ledakan di masjid Jember yang terjadi saat salat Tarawih mendadak viral dan menjadi perhatian publik luas. Kejadian ini berlangsung di Masjid Pesona Regency, Kecamatan Patrang, pada Senin malam (16/3/2026), ketika jemaah tengah menjalankan ibadah Ramadan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar waktu salat Tarawih berlangsung, tepatnya saat jemaah memasuki rakaat kedua pada salat ke-7. Suara ledakan yang cukup keras sontak mengagetkan jemaah, meskipun sebagian tetap melanjutkan ibadah hingga selesai.
Baca juga: Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Sempat Berjuang Lawan Kanker Ginjal
Kronologi Ledakan di Masjid Jember Saat Tarawih

Berdasarkan keterangan saksi dan pihak kepolisian setempat, ledakan di masjid Jember dilaporkan berasal dari area dekat tempat wudu, yang terletak di sisi masjid yang relatif dekat dengan jemaah. Lokasi ini hanya berjarak sekitar dua hingga tiga meter dari posisi jemaah yang sedang melaksanakan salat Tarawih, sehingga meski terdengar cukup keras, tidak ada jemaah yang langsung berada tepat di titik ledakan.
Saat ledakan terjadi, imam masjid tetap tenang dan melanjutkan salat, sehingga sebagian jemaah mengikuti dan menuntaskan ibadah mereka hingga selesai. Baru setelah salam, jemaah mulai menoleh dan memeriksa sumber suara yang ternyata telah menimbulkan kerusakan di bagian tertentu bangunan masjid, termasuk atap dan dinding di dekat area wudu.
Takmir masjid sekaligus muazin, Holisuddin, menceritakan bahwa suara ledakan terdengar sangat keras dan mengejutkan, hampir menyerupai ledakan petasan berukuran besar. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pihak masjid tidak menemukan sisa-sisa bahan peledak seperti kertas atau bungkus mercon di lokasi kejadian, sehingga dugaan sementara terkait sumber ledakan masih belum jelas.
Holisuddin juga menambahkan bahwa beberapa jemaah sempat mengalami gangguan pendengaran akibat suara ledakan yang begitu keras. Namun, berkat ketenangan imam dan koordinasi jemaah, peristiwa ini tidak menimbulkan kepanikan yang meluas, dan situasi di dalam masjid tetap kondusif meskipun ada beberapa kerusakan pada bangunan akibat ledakan tersebut.
Tidak Ada Korban Jiwa, Polisi Lakukan Penyelidikan
Pihak kepolisian memastikan bahwa ledakan di masjid Jember tidak menimbulkan korban jiwa. Hal ini menjadi kabar baik di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap insiden yang terjadi di tempat ibadah.
Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan. Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi terkait sumber ledakan tersebut.
Tim Gegana turut dilibatkan untuk melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Area masjid juga telah dipasang garis polisi guna menjaga status quo selama proses olah tempat kejadian perkara berlangsung.
Kerusakan akibat ledakan di masjid Jember terlihat cukup signifikan pada bagian tertentu bangunan. Atap masjid dilaporkan rusak, sementara dinding mengalami lubang dengan diameter sekitar satu meter.
Selain itu, papan besi yang berada di sekitar area wudu juga tampak terdampak oleh ledakan. Polisi masih menginventarisasi tingkat kerusakan secara keseluruhan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Imbauan Kepolisian dan Respons Masyarakat
Selama proses penyelidikan berlangsung, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk menjauh dari lokasi ledakan di masjid Jember guna menjaga keamanan sekaligus mempermudah olah tempat kejadian perkara. Garis polisi dipasang di sekitar masjid dan tim Gegana diterjunkan untuk menyisir area terdampak dan mencari bukti terkait sumber ledakan.
Situasi saat ini masih dalam tahap awal investigasi sehingga belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab ledakan, dan berbagai kemungkinan masih terus dianalisis oleh tim ahli. Polisi menegaskan pentingnya menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
Masyarakat sekitar menunjukkan respons yang relatif tenang, dan aktivitas ibadah di masjid tetap berjalan meski dengan kewaspadaan lebih tinggi pasca insiden. Beberapa jemaah bahkan melanjutkan salat Tarawih setelah memastikan kondisi aman, menunjukkan kepercayaan terhadap penanganan pihak berwenang.
Peristiwa ledakan di masjid Jember memunculkan spekulasi di media sosial, namun aparat mengimbau agar informasi yang belum diverifikasi tidak disebarkan. Hingga kini, penyebab ledakan masih misteri, dan kepolisian berkomitmen mengungkap fakta sebenarnya untuk mencegah keresahan berkepanjangan di masyarakat.