Isu Rismon minta maaf kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi viral di media sosial setelah video klarifikasi tersebut diunggah di kanal YouTube Balige Academy. Permintaan maaf itu disampaikan setelah Rismon Sianipar mengaku menemukan temuan baru terkait penelitian yang sebelumnya menuding ijazah Jokowi.
Video klarifikasi Rismon minta maaf diunggah pada Rabu (11/3/2026) dan Kamis (12/3/2026), berisi pernyataan langsung Rismon minta maaf dan menjelaskan perubahan sikapnya terhadap isu yang sempat menjadi perdebatan publik. Dalam pernyataan itu, ia juga memaparkan enam poin penegasan terkait penelitiannya.
Kasus ini sebelumnya menarik perhatian publik karena Rismon sempat menerbitkan tulisan dan kajian yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi. Namun dalam klarifikasi terbaru, ia menyatakan telah menemukan fakta baru yang membuatnya keluar dari polemik tersebut.
Baca juga: Prabowo Wakaf Al-Quran sebanyak 70.000 Mushaf untuk Korban Bencana Sumatera
Kronologi Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Dalam video yang berjudul Klarifikasi Rismon minta maaf terkait Kajian Ilmiah Ijazah Jokowi dan Penegasan Klarifikasi Lanjutan Rismon Sianipar atas Kebenaran Ijazah Bapak Joko Widodo, Rismon menjelaskan perubahan pandangannya terhadap penelitian yang pernah ia lakukan. Ia menyebut penelitian terbaru memberikan perspektif berbeda dari kajian sebelumnya.
Dikutip dari Kompas, Rismon menyampaikan bahwa penelitian lanjutan yang ia lakukan menemukan kebenaran baru mengenai ijazah Jokowi. Karena itu, ia menyatakan keluar dari polemik yang selama ini berkembang mengenai ijazah Presiden ke-7 tersebut.
Ia juga menegaskan tidak memiliki kepentingan politik dalam penelitian yang ia lakukan sebelumnya. Menurutnya, sejak awal ia hanya melakukan kajian akademik dan tidak bermaksud terlibat dalam kontestasi politik.
Dalam penjelasan tersebut, ia bahkan menyebut merasa tereksploitasi oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan polemik ijazah untuk kepentingan politik. Pernyataan ini menjadi salah satu poin penting dalam klarifikasi yang disampaikannya kepada publik.
Selain itu, Rismon juga mengaku akan menyanggah isi bukunya sendiri yang berjudul Jokowi’s White Paper serta buku Gibran and Game. Ia berupaya menarik kedua buku tersebut dari peredaran karena menganggap terdapat kekeliruan dalam kajian yang pernah ia tulis.
Rismon Minta Maaf kepada Jokowi dan Gibran

Dalam salah satu poin klarifikasi, Rismon minta maaf secara langsung kepada Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka atas polemik yang terjadi. Ia menyampaikan permintaan maaf tersebut dengan alasan adanya kekeliruan dalam temuan penelitian sebelumnya.
Rismon mengatakan permohonan maaf itu disampaikan dari hati yang paling dalam sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang peneliti. Ia juga berharap Jokowi dan keluarga dapat menerima permintaan maaf tersebut.
Dalam pernyataannya, ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Jokowi di Solo. Ia juga mengajukan langkah penyelesaian hukum melalui mekanisme restorative justice.
Langkah ini diambil sebagai upaya menyelesaikan persoalan hukum yang sedang ia hadapi terkait tudingan ijazah palsu. Restorative justice sendiri merupakan mekanisme penyelesaian perkara yang menekankan pemulihan hubungan antara pihak yang bersengketa.
Selain meminta maaf kepada Jokowi dan Gibran, Rismon Sianipar juga mengimbau pihak lain yang terlibat dalam polemik tersebut untuk membuka hati dan pikiran. Ia berharap semua pihak dapat mengikuti langkah yang ia ambil demi meredakan polemik yang berkembang di masyarakat.
Sikap Rismon terhadap Proses Hukum
Dalam klarifikasi tersebut, Rismon juga menyinggung proses hukum yang sedang berjalan terkait kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Ia menilai kepolisian telah bekerja secara profesional dalam menangani perkara tersebut.
Ia menyatakan siap membantu aparat penegak hukum apabila dibutuhkan dalam proses edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, polemik ijazah yang berkembang perlu dijelaskan secara objektif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.
Kasus yang melibatkan Rismon memang sempat menjadi perhatian publik karena menyangkut reputasi seorang presiden. Tuduhan mengenai ijazah Jokowi sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial dan sejumlah forum diskusi.
Namun setelah muncul klarifikasi terbaru ini, isu tersebut kembali menjadi sorotan karena perubahan sikap dari pihak yang sebelumnya mempertanyakan keaslian ijazah tersebut. Permintaan maaf yang disampaikan juga dianggap sebagai langkah penting dalam meredakan polemik.
Di tengah dinamika tersebut, publik kini menyoroti bagaimana proses hukum dan penyelesaian kasus ini akan berjalan ke depan. Pernyataan Rismon minta maaf kepada Jokowi dan Gibran pun menjadi salah satu perkembangan terbaru yang menandai perubahan arah polemik ijazah yang sempat memanas.